Pengobatan Sifilis

Pengobatan Sifilis
Pengobatan Sifilis, sebelumnya perlu diketahui bahwa sifilis tidak menimbulkan gejala keluarnya cairan dari penis. Sifilis merupakan penyakit menular seksual di mana pada fase awal menyebabkan gejala timbulnya luka menyerupai gigitan serangga pada organ kelamin yang tidak nyeri. Luka dapat hilang dengan sendirinya dalam 1-2 bulan namun infeksi terus berlanjut dalam tubuh (bila tidak diobati) dan memasuki fase berikutnya. Keluhan yang Anda alami yaitu keluarnya cairan dari penis kemungkinan disebabkan oleh uretritis, yaitu peradangan pada uretra (saluran yang menghubungkan lubang kencing dengan kandung kemih). Uretritis dapat digolongkan menjadi:

– Uretritis gonore, yaitu uretritis yang disebabkan oleh penyakit gonore. Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejala penyakit gonore yang dapat timbul antara lain:

  • gejala gonore pada pria yaitu keluarnya cairan dari penis yang berwarna putih, kuning, atau hijau
  • nyeri pada penis atau testis
  • sakit saat buang air kecil
  • dan sebagainya

– Uretritis non-gonore, yaitu uretritis yang disebabkan oleh penyebab lain di luar gonore. Kondisi ini dapat sebabkan oleh penyakit menular seksual/PMS lainnya seperti trikomoniasis, penyakit klamidia, infeksi HPV/human papilloma virus dan sebagainya. Selain itu penyebab di luar PMS dapat pula menimbulkan kondisi ini seperti pemasangan kateter, trauma pada penis dan lain-lain.

Untuk dapat memastikan penyebab keluhan yang Anda alami tentunya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Mengingat keluhan sudah berlangsung cukup lama maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter agar dapat ditelusuri penyebabnya. Tes penunjang mungkin akan diperlukan (seperti tes sampel cairan penis, tes darah, dan sebagainya) untuk menganalisis penyebabnya sehingga penanganan yang tepat dapat diberikan bagi Anda. Berikut ini anjuran bagi Anda:

  • Menjaga kebersihan area kelamin
  • Kenakan pakaian dalam yang berbahan katun dan tidak ketat
  • Mengganti pakaian dalam secara teratur
  • Tunda melakukan hubungan intim selama keluhan belum teratasi
  • Hindari kontak seksual berisiko atau berganti-ganti pasangan

Demikian semoga bermanfaat. 


Sumber : www.alodokter.com
dr. Muliani Sukiman

Tag:, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*