Apa Itu Herpes Dan Bagaimana Mengatasinya ?

Herpes Kelamin penyebabnya adalah virus Herpes Simplex terutama tipe 2 namun saat ini karena sering kali juga terjadi hubungan seksual orogenital sehingga virus Herpes Simplex tipe 1 yang umumnya menyebabkan Herpes Labialis dapat juga menyebabkan Herpes Kelamin tersebut. Dan jumlah kasus pada perempuan memang lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki dan terjadi suatu peningkatan kasus di beberapa kota yang ada rumah sakit pendidikannya. Virus penyakit Herpes Kelamin ini terbagi atas 5 jenis.
  • Tahap pertama adalah Lesi Primer, artinya orang tersebut baru pertama kali terserang oleh virus herpes simplex kemudian timbul penyakit.
  • Tahap Kedua ada juga di tahap pertama tetapi non primer, artinya orang tersebut pernah terserang oleh virus herpes tapi kemudian tidak langsung menimbulkan penyakit setelah beberapa saat kemudian tubuh sempat membuat antibodi namun dalam keadaan tertentu dapat menimbulkan munculnya lesi-lesi herpes.
  • Ketiga adalah Herpes Rekurens, Herpes Rekurens ini adalah herpes yang timbul kambuhan setelah timbulnya herpes tahap pertama.
  • Keempat adalah Herpes Asymptomatic, ini juga sering ditemukan, dan kasus yang terbanyak sebenarnya adalah Herpes yang bersifat Atipical. Karena herpes Atipical ini kontribusinya sebesar 60% dibandingkan dengan herpes lainnya.
 
Herpes Kelamin yang sifatnya Asymptomatic terdapat 20%, dan herpes yang sifatnya Symptomatic yaitu 20%. Sehingga herpes yang bersifat Atipical sering tidak dikenali oleh dokter maupun oleh pasien itu sendiri. Setiap orang seringkali menganggap bahwa Herpes itu jika dalam tahap Asymptomatic itu tidak menular padahal pada saat keadaan Asymptomatic atau tidak ada gejala klinis virus herpes tetap dilepaskan, hanya mungkin lebih sedikit dibandingkan pada saat tidak ada gejala klinis. Pada saat ada gejala klinis orang umumnya tidak mau melakukan hubungan seks karena khawatir menularkan pada pasangannya, selain itu juga si penderita juga tidak mau merasakan nyeri sehingga si penderita tidak mau melakukan hubungan seks sama sekali.
 
Pada saat tidak ada luka atau lesi mereka merasa aman tapi justru penularan lebih sering terjadi pada saat stadium atau tahap Asymptomatic karena orang tidak menyadari bahwa hal tersebut bisa menular. Berbeda dengan Sifilis yang bentuknya luka dan hanya satu, luka pada herpes ini ada banyak namun kecil dan terdapat nyeri sehingga pasien sering merasa sakit terutama pada herpes yang bersifat primer. Sedangkan yang Rekurens bisa saja ada luka tetapi tidak terasa nyeri sehingga pasien terkadang mendiamkan saja dan kemudian akan hilang dengan sendirinya. Tetapi jika itu sedikit terasa nyeri mereka baru melakukan pengobatan Herpes.
 
Sumber : 
Dr.dr.Wresti Indriatmi, SpKK(K), M.Epid.
Staf Pengajar di FKUI-RSCM

Tag:, , , ,

Tinggalkan Balasan