Pengobatan Impotensi

Pengobatan impotensi atau disfungsi ereksi akan tergantung pada penyebab kondisi itu sendiri berdasarkan hasil diagnosis dokter. Jika faktor psikologis diduga sebagai penyebab timbulnya impotensi, maka pasien akan dibantu ahli seperti psikolog dan psikiater untuk menangani masalah psikologis tersebut.

Jika impotensi disebabkan oleh efek samping obat-obatan yang dapat mengganggu terjadinya ereksi, menurunkan gairah, serta menurunkan kemampuan seseorang mencapai ejakulasi, maka alternatif obat tersebut bisa digunakan.

Keberhasilan penanganan impotensi sebaiknya ditunjang juga dengan penerapan pola hidup sehat, seperti:

  • Berusaha mencegah atau mengurangi stres.
  • Berusaha menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Mengonsumsi makanan sehat.
  • Tidak atau berhenti merokok.
  • Tidak mengonsumsi minuman keras secara berlebihan.
  • Tidak menggunakan narkoba.

Ada jenis senam khusus yang biasanya disarankan bagi mereka yang mengalami disfungsi ereksi akibat bocornya pembuluh darah, yaitu senam Kegel. Senam ini bertujuan memperkuat otot-otot panggul dengan cara melatih kontraksi serta relaksasi otot-otot tersebut, sehingga pria yang melakukan senam ini mampu mencapai ereksi tanpa pengobatan tambahan. Senam ini juga kerap dianjurkan bagi mereka yang mengalami inkontinensi urin atau ketidakmampuan tubuh dalam mengendalikan pembuangan air urin.

Saat ini ada beberapa macam obat-obatan, alat, maupun prosedur operasi yang dapat diterapkan untuk mengatasi impotensi, di antaranya:

  • Sildenafil, tadalafil, vardenafil. Ketiga obat ini efektif dalam meningkatkan aliran darah ke penis secara sementara. Obat-obatan ini hanya boleh dikonsumsi satu tablet dalam kurun satu hari dan biasanya 30 menit hingga satu jam sebelum melakukan hubungan seksual. Contoh efek samping penggunaan obat-obat ini bisa berupa gangguan pencernaan, nyeri punggung, mual, muntah, dan sakit kepala. Ketiga obat ini tergolong obat resep yang pemakaiannya perlu petunjuk dari dokter dan secara hati-hati.
  • Injeksi hormon testosteron.
  • Suppositoria prostaglandin. Obat ini digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam saluran uretra melalui ujung lubang penis guna menimbulkan ereksi.
  • Pompa vakum. Alat ini berfungsi menarik darah ke dalam penis sehingga terjadi ereksi. Ereksi kemudian dipertahankan dengan cara memasangkan sebuah cincin karet pada pangkal penis. Namun cincin ini harus dilepas setelah 30 menit untuk mencegah terjadinya kerusakan jaringan penis serta memulihkan sirkulasi. Pompa vakum cukup efektif dalam membantu pengidap impotensi. Dilaporkan bahwa sembilan puluh persen pengguna alat ini mampu melakukan hubungan seks.
  • Operasi. Operasi atau bedah biasanya dilakukan jika impotensi akibat terhalangnya suplai aliran darah ke penis tidak dapat ditangani oleh obat-obatan atau pun alat lainnya. Selain itu, operasi juga biasanya diperuntukkan bagi pria yang mengalami impotensi akibat masalah anatomi pada penisnya dan akibat cidera serius pada bagian panggulnya.

Sumber : www.alodokter.com

Pengertian Impotensi

Tag:, , , , , , , , ,