Diagnosis Gonore

Cara satu-satunya untuk mengetahui apakah Anda terkena gonore adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter jika Anda menduga bahwa diri Anda atau pasangan terjangkit gonore atau penyakit menular kelamin lainnya.

Biasanya disarankan menunggu hingga dua pekan setelah berhubungan seks untuk dilakukan pemeriksaan, tapi pemeriksaan bisa saja dilakukan setelah beberapa hari melakukan hubungan seks.

Risiko komplikasi seperti infeksi testis, atau penyakit radang pelvis dapat dikurangi dengan diagnosis dini dan pengobatan secepatnya. Jauh lebih sulit untuk mengobati komplikasi yang timbul akibat infeksi jangka panjang, itu sebabnya segera periksakan diri Anda.

Jika Anda mengalami kondisi seperti yang disebutkan di bawah ini, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

  • Memiliki penyakit menular kelamin lainnya.
  • Anda atau pasangan Anda berpikir memiliki gejala gonore seperti cairan tidak seperti biasa dari vagina atau penis.
  • Wanita yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan.
  • Pasangan seksual memiliki penyakit menular kelamin lainnya.
  • Anda atau pasangan Anda melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan orang lain.

Pemeriksaan Gonore
Ada beberapa cara untuk memeriksa gonore, tapi cara yang paling banyak digunakan adalah dengan mengambil sampel cairan dari bagian tubuh yang dicurigai terinfeksi seperti vagina atau penis.

Pemeriksaan gonore pada pria juga bisa menggunakan sampel urine. Sedangkan pemeriksaan pada wanita selalu memerlukan sampel cairan dari vagina atau serviks. Hal ini karena pemeriksaan sampel urine untuk memeriksa gonore pada wanita tidak begitu akurat.

Biasanya dokter akan merekomendasikan tes untuk penyakit menular kelamin lainnya, termasuk HIV karena gonore meningkatkan risiko terkena infeksi lain, termasuk chlamydia (klamidia), yang sering timbul bersama gonore.

Sumber : www.alodokter.com

Pengobatan Gonore

Tag:, , , , , , , , ,